Saturday, January 4, 2014

Pumpa Air Tenaga Angin

Pumpa air tenaga angin adalah sebuah sistem gerak, yang memindahkan air dari tempat yang rendah menuju tempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan energi angin. Secara umum tata laksana kerja pompa ini di gerakkan oleh Penyangga, Kipas, Mesin, dan Pumpa, Keempat peralatan ini bekerja secara harmoni atau selaras antara satu peralatan dengan lainya. 

Penyangga; berfungsi menempatkan mesin dan kipas pada ketinggian tertentu, biasa orang menyebutnya dengan  "tower", secara sederhana tower difungsikan untuk mencapai lokasi Fresnel Zone atau daerah yang bebas dari hambatan/ penghalang sehingga angin dapat mengenai kipas secara maksimal, tower ditentukan oleh letak dimana pompa diaplikasikan, sebagai contoh apabila kita; dipersawahan yang sebelah timur dan barat, atau selatan dan utara tidak ada tanaman tinggi, dan sesuatu yang menghalangi angin berhembus ke titik pumpa, maka kita tidak memerlukan penyangga yang tinggi. Penentuan tinggi rendah penyangga ditentukan oleh faktor ; arah angin, kecepatan angin, dan lokasi.  maka sebelum aplikasi perlu adanya study kelayakan, bisa atau tidak diaplikasikan
Model Tower ada dua yaitu sistem bongkar pasang (breakdown) dan sistem tetap (permanent), keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam instalasi dan menyesuaikan letak juga posisi.


Kipas (Blade) difungsikan sebagai penangkap energi angin, dengan kecepatan tertentu, sifat unik dari model kipas ini adalah tergantung antara banyak atau sedikitnya daun kipas, juga sudut naik turunya daun. Model dengan daun kipas berjumlah banyak mempunyai ciri berputar lambat tapi mempunyai tenaga yang besar. Daun kipas sedikit mempunyai ciri putaran tinggi namun tenaganya sedikit. Begitu juga Sudut naik turunya daun kipas menentukan seberapa sensitifnya / cepat reaksi terhadap adanya angin, ada kipas yang membutuhkan kecepatan angin tertentu untuk bergerak,
Jumlah daun kipas mempunyai jumlah minimal 3 dan kelipatanya. juga formasi Y   dalam model daun kipasnya.

Contoh Gambar Kipas






Mesin pumpa air tenaga angin, berfungsi mengubah gerakan kipas yang berputar searah jarum jam menjadi gerakan vertikal, mesin ini terdiri dari as, gerigi kecil dan gerigi besar, gerigi ini mempunyai perbandingan, misalnya 1 banding 3, berarti tiga  putaran kipas, menggerakkan 1 putaran gerigi besar. semakin banyak banding putaran kipas, semakin ringan mengangkat beban dan semakin sedikit angin yang dibutuhkan

Pengarah Angin berfungsi untuk menentukan dimana angin berhembus, disitu kipas mengarah dan menangkap energi angin itu, sehingga pompa bisa berputar siang malam dan darimana pun arah angin berhembus





Pumpa berfungsi membuka dan menutup katub, sehingga pada saat tertentu air dapat masuk dan bersamaan itu juga ada bagian air yang terhambat. Prinsip kerja dari pompa ini sangat sederhana seperti halnya sumur bor dan pompa ungkit (merek dragon) dijaman dulu, sekarangpun masih ada. yang membedakan adalah pompa dragon digerakkan dengan mengungkit handel dengan tangan, sedangkan Windpump, katub-katubnya ditarik dan ditekan oleh as yang dihubungkan langsung dengan mesin pengubah arah putaran



Pompa Air Windpump
Pompa Windpum terkait dengan banyak faktor untuk dapat bekerja maksimal, antara lain ; faktor kecepatan gerak naik turun katub, diameter (bodi) pompa, kerapatan gesekan ring dengan body pompa, elastise katub bawah (foot valve) dan elastise katu tengah. Semakin cepat gerak naik turun katub, Maka semakin sering katub terbuka dan tertutup,  semakin sering pula gesekan terjadi, dan begitupula elastise kedua katub menentukan besar kecil tenaga yang dibutuhkan,.. mohon rekan bloger membantu kami menentukan rumus yang pas...ditunggu,  sebagai referensi pumpa air tenaga angin yang pas adalah sebagai berikut;



Melihat, model katub pompa menggunakan bola, yang terisi udara, mempunyai rumah bola (presisi tinggi) dan bola tersebut ringan dan berkulit elastis, dia dapat menutup rumah bola dengan rapat dan pas. Di katub tengah selain bola terdapat cincin karet yang elastise menutub lobang lingkar bodi pompa, ringan, licin dan tidak membutuhkan tenaga besar untuk menggerakkannya,..kami terus mengembangkan, mohon doa dan dukunganya.








Wednesday, October 9, 2013

CARA APLIKASI POMPA HIDRAM

Langkah 1  
Menghitung Estimasi hasil air berdasarkan potensi yang kita miliki
Sebelum kita memilih pompa jenis apa, ukuran berapa, dan hasilnya berapa, perlu kita mengetahui dahulu beberapa hal yang sangat penting antara lain ;
1. Berapa potensi sumber air yang kita punyai, hitung dengan satuan L/menit (Q)
2. Berapakah beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
3. Beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi hasil/hasil ditempatkan (Lift) (vertikalnya)
4. Kebutuhan air, contoh ada 40 KK dengan kebutuhan per KK 50 Liter/hari (Quantity)
6. Jarak pipa distibus, dari pompa ke tempat tampungan hasil..? (delivery pipe)
7. Jarak pipa peluncur dari sumber air menuju pompa (Drive pipe)

Kemudian di hitung dengan rumus sederhana :
D=(S x F x E)/L 

Dimana ;
D = hasil air yang dihantarkan dalam satuan liter/menit
S =  Quantity (Q) jumlah air sumber yang dipunyai dalam satuan liter / menit
F = beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
E = Efisiensi pompa hidram (tergantung Desain dan model) antara 0.33   - 0.66
L=  Jarak vertikal antara pompa dan bak tampungan hasil

Sumber referensi : Technical Note No. RWS.4.D.5 

Langkah 2 
Setelah data tersebut kita dapatkan, selanjutnya kita menentukan model, desain sistem, dari pompa hidram. 
1. Desain Bendungan/ bendung
2. Desain peluncur dan ukurannya
3. Desain pengaman pompa
4. Lajur, tempat distribusi terdekat, lurus, tidak ada belokan.
5. Desain tampungan
6. Jalur distibusi ke warga/kebutuhan 
7. Anggaran biaya dan sebagainya

Langkah 3

Menentukan ukuran model pompa hidram yang cocok dengan kondisi sumber air yang ada
Tabel.  Estimasi Pipa Peluncur  dgn
Ukuran hidram yang Cocok
Ukuran Body Hidram (inci)
1
2
3
3.5
4
5
6
Diameter pipa luncur (mm)
32
38
51
63.5
76
101
127

Untuk menentukan pipa peluncur ditentukan debit air yang kita miliki, sebagai contoh bila  debit sumber  10/lt , tidak mungkin kita memilih pipa peluncur 6 ", karena pipa akan lama terisi air dan bersama udara, dan kondisi seperti ini tidak cocok, 

Langkah 4
Desain / Gambar sederhana tempat bendungan, bak penenang, pipa luncur dan tempat kaki pompa hidram serta calon bak penanmpung
contoh gambar sederhana bak penanang, forebay




Contoh desain untuk kaki pompa 2 hidram (Pandangan Atas)

Langkah 5
Bersambung












Wednesday, September 18, 2013

Desain Pompa Hidram Dengan Terjunan rendah LOW HEAD

Pada aplikasi pompa hidram terkadang kita akan menemui sebuah lokasi yang tidak memungkinkan adanya  terjunan air atau yang disebut head. Terjunan air ini berfungsi sebagai tenaga dorong /kinetis  yang akan menggerakkan katub-katub pompa hidram.  Terjunan air ini bisa   kita bayangkan sebagai  dasar permukaan air sumber dan dasar pondasi pompa hidram ditempatkan, kedua dasar air sumber dan pondasi poma hidram diharuskan ada perbedaan permukaan atau disebut elevansi, yang mana dasar air sumber  posisinya harus tinggi daripada pondasi dimana pompa hidram ditempatkan, sehingga air sumber dapat meluncur melalui pipa luncur (penstock) atau juga disebut drive pipe  menghasikan tenaga yang maksimal.
Contoh kasus aplikasi pompa hidram low head dibantaran aliran sungai untuk irigasi di Malang Jawa Timur, tepatnya desa Sememek-Kebonagung -Pakisaji Malang Jawa Timur. Sumber air yang berasal dari dam sungai brantas dipergunakan para siswa, santri dana jamaah masjid Ponpes Assafiiyah untuk mandi, cuci dan menyiram bunga. Untuk posisi Ponpes ini 500 m dari aliran irigasi, dipisahkan oleh aliran sungai brantas dengan perbedaan antara tendon air dan penempatan pompa hidram 4 meter.

Gambar Lokasi menuju Pompa hidram ada jembatan bamboo yang juga sebagai pengaman pipa hantar melewati sungai brantas.

Sumber air yang digunakan adalah aliran irigasi untuk persawahan,,,
Gambar dibawah ini adalah sumber air yang digunakan untuk mandi, cuci,

Di Bantaran ini ada sebuah pintu air yang memecah aliran menjadi beberapa cabang kecil dan disinilah pompa hidram ditempatkan, gambar berikut adalah dua aliran cabang setelah melalui pintu air
digambar diatas kelihatan dua orang yang sedang menguras rumah pompa hidram, sebagai ilustrasi ukuran dari konstruksi hidram ini seperti pada gambar dibawah ini;


Pompa hidram di tanam dibawah tanah, terendam oleh air limbah dari hidram, apabila hidram bekerja air akan menggenang seluruh  rumah pumpa hidram.
gambar dibawah ini posisi pompa hidram

PERMASALAHAN PENGOPERASIAN
Pertama  adalah air limbah pompa pada katub buang pompa atau waste valve tidak bisa dibuang secara langsung, yang terjadi  seluruh pompa hidram terendam dalam air sisa air buang, sampai memenuhi seluruh rumah pompa dan, air limbah ini dapat di alirkan setelah diberi lobang buang diatas aliran sungai irigasi. Pada saat terjadi kerusakan atau macet, maka para santri membawa diesel untuk menguras rumah pompa dari genangan air.
Kedua Sering Macet  karena beban air pada rumah pompa menjadi penghambat pompa dapat bekerja dengan normal, kinerja katub buang dan sniper valve, terganggu

SOLUSI
Air limbah pompa hidram harus dibuang keluar rumah pompa, sehingga pompa dapat bekerja secara normal, dengan cara mendesain ulang katub buang Waste valve, dan sniper valve
Desain Waste Valve                                                            

Gambar berikut ini adalah desain modifikasi pompa hidram dengan kondisi pemasangan loq head


Semoga bermanfaat



Thursday, June 6, 2013

TIPs Mengatasi Kemacetan Pada Pompa Hidram

Masalah Pompa Hidram
Keluar angin bukan Masuk angin dalam pompa hidram adalah berkurangnya udara yang berada pada tabung pompa. sehingga perbandingan antara jumlah air dan jumlah udara didalam tabung tidak berimbang, sehingga menyebabkan pompa berhenti tanpa sebab. dibeberapa lokasi pemasangan pompa hidram yang letaknya jauh dari lokasi penduduk, keadaan ini menjadi kendala yang sangat menyedihkan. bahkan ada dibeberapa lokasi yang keliatan (angker dan wingit) atau lokasinya ada makluk lain yang punya, penduduk pengguna pumpa merasa putus asa. sehingga pumpa hidram tidak terurus dan takut untuk memperbaikinya.

Tanda-tanda keluar angin pada Pompa Hidram
1. Adanya kemacetan berkala, contoh nya ; setiap 2 jam pengoperasian,  setiap hari, setiap 2 hari atau sifatnya bisa diprediksi macetnya; contohnya kalau hentakannya sudah sangat keras, kemudian macet.
2. Setelah Waste Valve (lobang buang) di tekan lama, 5 menit, dan air keluar dengan deras, pompa berjalan normal, layaknya tidak ada masalah.
3. Namun setelah nomor 2 dilaksanakan dan beberapa saat atau hari kemudian, kejadian pada nomor 1 terjadi lagi, berulang, dan berulang,

Cara mengatasinya
1. Pastikan air selalau bersih dari kotoran sendimen (tanah), kerikil dan sampah
2. Periksa sniper valve, yaitu sebuah valve (katub) yang berada  bodi pompa, perhatikan gambar dibawah ini


Posisi sniper valve berada dibawah plange/ sambungan ke tabung berjarak. dari sambungan ke tabung.  fungsi dari sniper valve adalah menstabilkan suplay udara dan air pada tabung, sehingga perbandingan antara udara dan air selalu terjaga.

Konstruksi Sniper Valve

Gambar desain sniper valve

Posisi kerja adalah posisi buka tutup pada lobang buang, yang kita lobangkan pada penghubung ke tabung. menentukan posisi lobang buang;
contoh posisi sniper : diletakkan 4 cm sambungan
           diameter sniper valve(4 cm)
           maka posisikan lobang pembuangan 3,5 cm. dari poros posisi sniper valve.
           diameter lobang = 2 mm

Apabila belum jelas, silakan kirim email ke amintrenggalek@gmail.com atau kontak langsung via phone 081335981650, terima kasih Semoga bermanfaat












Wednesday, November 14, 2012

Langkah 2 Aplikasi Pompa Hidram

Pompa Hidram adalah Pompa yang berfungsi menaikkan air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan tekanan air itu sendiri, efisiensi pompa air ini tergantung dari desain dan model pompa hidram yang digunakan. pompa hidram yang standar dapat menghantarkan air secara maksimal mencapai efisiensi 60%, sedangkan 40% dari jumlah debit digunakan untuk bahan penggerak pompa tersebut. berikut ini ada beberapa cara sederhana dalam aplikasi pompa hidram;

Pengukuran debit air sumber
Pengukuran ini dilakukan sebaiknya pada masa kemarau atau tidak pada musim penghujan. dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat tentang sumber air, berikut ini cara yang mudah untuk mengukur sumber air.

Persiapkan teko/ceret/ atau wadah air yang transparan contoh adalah seperti pada gambar berikut; selanjutnya carilah teko blender buah, yang disana ada ukuran liternya  biasanya tertulis 250, 500, 750, 1000 cara membacanya bahwa 1000=1liter, artinya kalau terisi sampai denga rata angka 1000 berarti =1liter. 

untuk mengukur debit air
Teko /Wadah Air
Isilah teko blender tersebut sampai menuju angka 1000 dan tuangkan kedalam teko atau wadah seperti pada gambar diatas.currrrrrrrrrrrr. sampai habis. kemudian anda letakkan pada meja yang rata, ambil sepedol, dan coret batas atas air tersebut..maka kita sudah menemukan tanda 1 liter air. selanjutnya anda buat ukuran 2 liter, 3 liter, 4 liter dst. tergantung teko anda. tinggal ditambah dan ditambah..seperti cara tadi.

Persiapan Tempat Pompa
Pompa hidram dapat bekerja apabila ada tekanan air yang dihasilkan dari Pipa peluncur, sehingga kita perlu mencari tempat dimana air dapat kita luncurkan dan menghasilkan tenaga. terkadang tempat pompa berjauhan dengan sumber air, dengan mempertimbangkan Tinggi luncuran dan keamanan pompa, dari banjir dan lumpur.

Pengukuran Beda Tinggi Pipa Peluncur (drive pipe)
Pengukuran tinggi rendah suatu lokasi anda memerlukan peralatan yang sangat penting, yaitu tongkat. dan waterpas,  cara penggunaan alat tersebut sebagai berikut;

Pengukuran Tinggi Lokasi Hasil (Delivery Head)
Lakukan hal yang sama untuk mengukur seberapa tinggi air yang akan kita hantarkan, dimana lokasi bak penampung hasil diletakkan  tergantung dari beda tinggi pipa peluncur, dan jenis pompa yang dipakai. pengukuran dilakukan dari lokasi dimana pompa hidram diletakkan

Pengukuran Kebutuhan Air
Berapa air yang dibutuhkan ditempat lokasi hasil dengan cara sederhana = kebutuhan harian x jumlah penduduk per kepala keluarga.  dari hasil pengukuran ini untuk menentukan model pompa dan drive head.




Saturday, July 14, 2012

Permasalahan Pengoperasin Pompa Hidram

Beberapa permasalahan yang terjadi pada pengoperasian pompa hidram antara lain ;
1. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi tidak ada muncratan air, katub rapat.
2. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi ada muncratan air, katub bocor
3. Katub buang (waste valve) berhenti dibawah terlalu berat beban bandul
4. Tekanan kurang kuat; tidak bisa menghantrkan air pada tempatnya
5. Debit air kurang besar, tidak sesuai hitungan
6. Ketukan jarang-jarang
7. Ketukan ritme cepat
8. Katub buang tidak awet
9. Debit air tidak cukup.


Dari permasalahan diatas mari kita bahas satu persatu, dari berbagai faktor, terutama pada sisi design, pemilihan bahan dan komposisi setelan.


1. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi tidak ada muncratan air, katub rapat
Permasalahan ini disebabkan 
a. Beban bandul / pemberat pada katub buang kurang berat, maka perlu penambahan bandul; supaya beratnya tepat, maka penambahan pemberat dilakukan pada saat pengoperasian atau pada saat pompa bekerja.
b. Kurang Center ; konsruksi dari katub buang harus tegak lurus dan stabil, tegal lurus artinya pada saat proses pengelasan harus betul betul  90 derat pas.  dengan posisi gerak naik turun press tapi longgar
c. Katub buang berbaha  besi dengan besi, dalam beberapa model produksi kami  ada yang diberi karet, namun hal tersebut kurang efisien, yang paling efisien dan stabil adalah besi  dengan besi, dengan kondisi di tirus, sehingga rapat dan pas tengah.

2. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi ada muncratan air, katub bocor

Friday, May 18, 2012

Langkah - Langkah Memasang Infratruktur WIFI untuk RT/RW Internet

1. Desain Jaringan WAN
    - Gambar detail jaringan, gunakan  google eart. versi offline
    - Spesifikasi peralatan, untuk point-to point jalur utama, jalur sekender, jalur client, pilih peralatan yang tepat, contoh; untuk jalur utama point-to point gunakan peralatan spesial outdoor; Routerboar outdor,    Senao outdor, Nano station outdoor atau Siemen, maupun motorola yang spesial outdoor. jangan main-main dengan alat yang harga murah untuk jalur outdoor, gunakan juga antena yang gainya pas.
   - Beri nomor IP pada masing-masing alat, sampai pada detailnya, jalur routing dan
   - Gunakan securuty MAC address filtering untuk jalur utama
   - Catatan dan gambar anda adalah dokumentasi PENTING maka simpan dan gunakan seperlunya, jangan      pernah di upload ke facebook atau lebih dari satu orang yang tahu, cukup anda saja.

2.  Setelah anda pasang, tiba saatnya anda memasang sesuai dengan gambar, pasang dahulu ide yang sudah      tergambar, apabila  merubah gambar pada saat kerja berhati-hatilah, karena orang kerja itu suasananya      panas dan tidak tenang, jangan mengambil keputusan pada saat sedang galau.
     - Pasang Tower
     - Penangkal Petir
     - Pasang Antena
     - Arahkan dengan GPS
     - Cari signal yang terbaik
     - Beri lokasi Panel yang mudah di jangkau dan aman

Gambar Posisi Panel Consol

Pemasangan Tower Juga harus Tegak lurus, tidak ada toleransi kesalahan,  termasuk pada ukuran dan jenis  pemancang. kuatkan dan sempurnakan pekerjaannya.

Gambar Tower Penyangga Antena Wifi

Diagram Pemasangan Arester
Pemasangan Antena Perlu diperhatikkan adalah fungsi dan kegunaannya Perhatikan polarisasi dari antena anda.

Contoh untuk point-to point jarak antara 5 km lebih, gunakan antena grid dengan polarisasi yang sesuai, sehingga loss datanya kecil
Gambaran Polarisasi Antena Grid
Berlanjut............................................................