Monday, June 2, 2014

Pompa Air Apa yang Cocok Untuk saya....

Pompa hidram dalam aplikasinya membutuhkan persyaratan yang harus /wajib ada, dan perlakuan khusus dalam pembangunanya, sehingga investasi dan hasil yang didapat berimbang, hasil rangkum lanpangan kami tulis sebagai berikut; 
1. Ada sumber air dengan debit air minimal 20 lt/m
2. Ada beda tinggi antara sumber air dan calon tempat pompa, minimal 1 meter
3. Tempat pompa aman dari banjir dan tanah longsor
4. Beda tinggi dimana tandon hasil ditempatkan sebanding dengan potensi nomor 1 dan 2
5. Menggunakan bahan pompa hidram yang tebal dan kuat serta tahan air, SNI
6. Peralatan pendukung seperti bendungan ,pintu air,dan bak penanang perlu desain yang baik
7. Pipa penghantar hasil kelas pvc  AWdengan ukuran berimbang
8. Setiap pipa perlu klem dan pengamanan yang permanen dan kuat
Gambar : Pumpa Hidram Saat Kerja

video
Contoh Hasil Pompa Hidram
Total Head 40 meter

Kincir Air dalam aplikasinya digunakan untuk  kebutuhan air dengan debit yang besar, sebagai contoh untuk menaikkan air guna pengairan sawah. Lokasi capaian (total head) yang ideal antara 1 - 7 meter. Peralatan ini bekerja baik untuk menaikkan air dengan jarak 3-5 meter, dengan dukungan;
1. Aliran air sungai, kalen, bersifat terus menerus
2. Kecepatan aliran minimal 30 l/detik
3. Ada pintu air untuk mengatur kecepatan debit air
4. Suspensi kincir yang berfungsi  menjaga posisi permukaan kincir  dan posisi penangkap airnya stabil
5. Bahan kincir kuat dan tahan air untuk menjaga lingkaran tidak berubah dengan beban berat

Gambar : Kincir Air Sedang  Bekerja

Pumpa Air Tenaga Angin Teknologi yang satu ini perlu studi lapangan yang agak lama untuk aplikasinya, karena energi utamanya adalah angin yang setiap musim berubah arahnya dan kecepatanya. Desain gearbox, mesin pemindah gerakan, bentuk kipas, sudut kipas, dan juga pumpa serta bahan material mesin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pompa secara keseluruhan, sebagai contoh untuk aplikasi diarea yang berjarak 0 - 10 km dari air bibir pantai, perlu bahan yang tahan terhadap unsur garam, kayu berjenis kalimantan, ulin, bakau sebenarnya lebih kuat daripada besi atau seng, karena bahan kincir harus tipis, ringan dan kuat. saling keterkaitan antara alat, energi angin dan hasil yang akan diperoleh, sebelum aplikasi Pumpa air tenaga angin kita perlu melakukan kegiatan;
1. Surve kecepatan angin (perlu alat anemometer)
2. Menentukan titik pompa (berkaitan juga dengan sumur dan calon lahan yang membutuhkan)
3. Pemilihan bahan yang ringan dan kuat
4. Pemilihan jenis Pumpa single atau Double
5. Desain penyangga dan mesin yang mudah dipindah, apabila ada perubahan iklim yang ektrem

Untuk melakukan Survey  membutuhkan peralatan yang berfungsi mengukur kecepatan angin (anemometer) yang harganya agak mahal,  untuk perkiraan potensi angin yang kita miliki sesuaikan dengan kondisi sekitar dengan memperhatikan pohon pisang, atau tumbuhan lainya yang mirip dengan gambar

Kecepatan angin yang dipergunakan untuk pompa air tenaga angin sebaiknya mendekati angka 11-13 mph atau index nomor III, semakin naik posisi index berarti potensi yang kita miliki semakin besar.

Komponen utama PATA (Pompa Air Tenaga Angin) yang diperlukan;

Gambar : Sistem Penyangga

Gambar Sistem Gearbox dan Pemindah Gerakan

Gambar Pumpa Air Tenaga Angin Siap

Pompa Air Tenaga Surya, potensial sekali diaplikasikan di Indonesia dengan potensi yang sangat berlimpah, pompa ini dapat diaplikasikan disemua lokasi dan kondisi alam. dengan persyaratan khusus yaitu dapat tersinari matahari. Desain yang kami kembangkan adalah pompa air tenaga surya tanpa batery/accu untuk memutar pompa airnya. dari pengalaman dilapangan dengan sistem ini pompa awet dan tahan lama, serta rendah perawatanya. pompa ini hanya bekerja pada siang hari dimana matahari bersinar dengan intensitas tertentu dan posisi tertentu; beberapa hal yang perlu di hitung sebelum aplikasi pompa ini adalah;

Yang pertama adalah Posisi /angle panel surya, dimana setiap daerah mempunyai keunikan posisi pasang cell surya sehingga mendapat sinaran yang sesuai dengan kebutuhan, beberapa model terbaru kami kembangkan sensor yang dapat mengikuti posisi matahari dengan otomatis.

Kapasitas kebutuhan listrik adalah kebutuhan untuk menggerakkan motor dan gearbox ditambah dengan beban kompailer pada saat memompa air kepermukaan. semakin besar motor listriknya maka semakin besar kebutuhan cell surya.

Controler adalah rangkaian elektronik yang berfungsi mengadapter antara potensi cell surya dengan kebutuhan motor penggerak pompa. adapter ini bekerja secara otomatis menjaga stabiliser tegangan, dan aphere, menyimpan sementara, dan mengubah tegangan.




Saturday, January 4, 2014

Pumpa Air Tenaga Angin

Pumpa air tenaga angin adalah sebuah sistem gerak, yang memindahkan air dari tempat yang rendah menuju tempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan energi angin. Secara umum tata laksana kerja pompa ini di gerakkan oleh Penyangga, Kipas, Mesin, dan Pumpa, Keempat peralatan ini bekerja secara harmoni atau selaras antara satu peralatan dengan lainya. 

Penyangga; berfungsi menempatkan mesin dan kipas pada ketinggian tertentu, biasa orang menyebutnya dengan  "tower", secara sederhana tower difungsikan untuk mencapai lokasi Fresnel Zone atau daerah yang bebas dari hambatan/ penghalang sehingga angin dapat mengenai kipas secara maksimal, tower ditentukan oleh letak dimana pompa diaplikasikan, sebagai contoh apabila kita; dipersawahan yang sebelah timur dan barat, atau selatan dan utara tidak ada tanaman tinggi, dan sesuatu yang menghalangi angin berhembus ke titik pumpa, maka kita tidak memerlukan penyangga yang tinggi. Penentuan tinggi rendah penyangga ditentukan oleh faktor ; arah angin, kecepatan angin, dan lokasi.  maka sebelum aplikasi perlu adanya study kelayakan, bisa atau tidak diaplikasikan
Model Tower ada dua yaitu sistem bongkar pasang (breakdown) dan sistem tetap (permanent), keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam instalasi dan menyesuaikan letak juga posisi.


Kipas (Blade) difungsikan sebagai penangkap energi angin, dengan kecepatan tertentu, sifat unik dari model kipas ini adalah tergantung antara banyak atau sedikitnya daun kipas, juga sudut naik turunya daun. Model dengan daun kipas berjumlah banyak mempunyai ciri berputar lambat tapi mempunyai tenaga yang besar. Daun kipas sedikit mempunyai ciri putaran tinggi namun tenaganya sedikit. Begitu juga Sudut naik turunya daun kipas menentukan seberapa sensitifnya / cepat reaksi terhadap adanya angin, ada kipas yang membutuhkan kecepatan angin tertentu untuk bergerak,
Jumlah daun kipas mempunyai jumlah minimal 3 dan kelipatanya. juga formasi Y   dalam model daun kipasnya.

Contoh Gambar Kipas






Mesin pumpa air tenaga angin, berfungsi mengubah gerakan kipas yang berputar searah jarum jam menjadi gerakan vertikal, mesin ini terdiri dari as, gerigi kecil dan gerigi besar, gerigi ini mempunyai perbandingan, misalnya 1 banding 3, berarti tiga  putaran kipas, menggerakkan 1 putaran gerigi besar. semakin banyak banding putaran kipas, semakin ringan mengangkat beban dan semakin sedikit angin yang dibutuhkan

Pengarah Angin berfungsi untuk menentukan dimana angin berhembus, disitu kipas mengarah dan menangkap energi angin itu, sehingga pompa bisa berputar siang malam dan darimana pun arah angin berhembus





Pumpa berfungsi membuka dan menutup katub, sehingga pada saat tertentu air dapat masuk dan bersamaan itu juga ada bagian air yang terhambat. Prinsip kerja dari pompa ini sangat sederhana seperti halnya sumur bor dan pompa ungkit (merek dragon) dijaman dulu, sekarangpun masih ada. yang membedakan adalah pompa dragon digerakkan dengan mengungkit handel dengan tangan, sedangkan Windpump, katub-katubnya ditarik dan ditekan oleh as yang dihubungkan langsung dengan mesin pengubah arah putaran



Pompa Air Windpump
Pompa Windpum terkait dengan banyak faktor untuk dapat bekerja maksimal, antara lain ; faktor kecepatan gerak naik turun katub, diameter (bodi) pompa, kerapatan gesekan ring dengan body pompa, elastise katub bawah (foot valve) dan elastise katu tengah. Semakin cepat gerak naik turun katub, Maka semakin sering katub terbuka dan tertutup,  semakin sering pula gesekan terjadi, dan begitupula elastise kedua katub menentukan besar kecil tenaga yang dibutuhkan,.. mohon rekan bloger membantu kami menentukan rumus yang pas...ditunggu,  sebagai referensi pumpa air tenaga angin yang pas adalah sebagai berikut;



Melihat, model katub pompa menggunakan bola, yang terisi udara, mempunyai rumah bola (presisi tinggi) dan bola tersebut ringan dan berkulit elastis, dia dapat menutup rumah bola dengan rapat dan pas. Di katub tengah selain bola terdapat cincin karet yang elastise menutub lobang lingkar bodi pompa, ringan, licin dan tidak membutuhkan tenaga besar untuk menggerakkannya,..kami terus mengembangkan, mohon doa dan dukunganya.








Wednesday, October 9, 2013

CARA APLIKASI POMPA HIDRAM

Langkah 1  
Menghitung Estimasi hasil air berdasarkan potensi yang kita miliki
Sebelum kita memilih pompa jenis apa, ukuran berapa, dan hasilnya berapa, perlu kita mengetahui dahulu beberapa hal yang sangat penting antara lain ;
1. Berapa potensi sumber air yang kita punyai, hitung dengan satuan L/menit (Q)
2. Berapakah beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
3. Beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi hasil/hasil ditempatkan (Lift) (vertikalnya)
4. Kebutuhan air, contoh ada 40 KK dengan kebutuhan per KK 50 Liter/hari (Quantity)
6. Jarak pipa distibus, dari pompa ke tempat tampungan hasil..? (delivery pipe)
7. Jarak pipa peluncur dari sumber air menuju pompa (Drive pipe)

Kemudian di hitung dengan rumus sederhana :
D=(S x F x E)/L 

Dimana ;
D = hasil air yang dihantarkan dalam satuan liter/menit
S =  Quantity (Q) jumlah air sumber yang dipunyai dalam satuan liter / menit
F = beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
E = Efisiensi pompa hidram (tergantung Desain dan model) antara 0.33   - 0.66
L=  Jarak vertikal antara pompa dan bak tampungan hasil

Sumber referensi : Technical Note No. RWS.4.D.5 

Langkah 2 
Setelah data tersebut kita dapatkan, selanjutnya kita menentukan model, desain sistem, dari pompa hidram. 
1. Desain Bendungan/ bendung
2. Desain peluncur dan ukurannya
3. Desain pengaman pompa
4. Lajur, tempat distribusi terdekat, lurus, tidak ada belokan.
5. Desain tampungan
6. Jalur distibusi ke warga/kebutuhan 
7. Anggaran biaya dan sebagainya

Langkah 3

Menentukan ukuran model pompa hidram yang cocok dengan kondisi sumber air yang ada
Tabel.  Estimasi Pipa Peluncur  dgn
Ukuran hidram yang Cocok
Ukuran Body Hidram (inci)
1
2
3
3.5
4
5
6
Diameter pipa luncur (mm)
32
38
51
63.5
76
101
127

Untuk menentukan pipa peluncur ditentukan debit air yang kita miliki, sebagai contoh bila  debit sumber  10/lt , tidak mungkin kita memilih pipa peluncur 6 ", karena pipa akan lama terisi air dan bersama udara, dan kondisi seperti ini tidak cocok, 

Langkah 4
Desain / Gambar sederhana tempat bendungan, bak penenang, pipa luncur dan tempat kaki pompa hidram serta calon bak penanmpung
contoh gambar sederhana bak penanang, forebay




Contoh desain untuk kaki pompa 2 hidram (Pandangan Atas)

Langkah 5
Bersambung












Wednesday, September 18, 2013

Desain Pompa Hidram Dengan Terjunan rendah LOW HEAD

Pada aplikasi pompa hidram terkadang kita akan menemui sebuah lokasi yang tidak memungkinkan adanya  terjunan air atau yang disebut head. Terjunan air ini berfungsi sebagai tenaga dorong /kinetis  yang akan menggerakkan katub-katub pompa hidram.  Terjunan air ini bisa   kita bayangkan sebagai  dasar permukaan air sumber dan dasar pondasi pompa hidram ditempatkan, kedua dasar air sumber dan pondasi poma hidram diharuskan ada perbedaan permukaan atau disebut elevansi, yang mana dasar air sumber  posisinya harus tinggi daripada pondasi dimana pompa hidram ditempatkan, sehingga air sumber dapat meluncur melalui pipa luncur (penstock) atau juga disebut drive pipe  menghasikan tenaga yang maksimal.
Contoh kasus aplikasi pompa hidram low head dibantaran aliran sungai untuk irigasi di Malang Jawa Timur, tepatnya desa Sememek-Kebonagung -Pakisaji Malang Jawa Timur. Sumber air yang berasal dari dam sungai brantas dipergunakan para siswa, santri dana jamaah masjid Ponpes Assafiiyah untuk mandi, cuci dan menyiram bunga. Untuk posisi Ponpes ini 500 m dari aliran irigasi, dipisahkan oleh aliran sungai brantas dengan perbedaan antara tendon air dan penempatan pompa hidram 4 meter.

Gambar Lokasi menuju Pompa hidram ada jembatan bamboo yang juga sebagai pengaman pipa hantar melewati sungai brantas.

Sumber air yang digunakan adalah aliran irigasi untuk persawahan,,,
Gambar dibawah ini adalah sumber air yang digunakan untuk mandi, cuci,

Di Bantaran ini ada sebuah pintu air yang memecah aliran menjadi beberapa cabang kecil dan disinilah pompa hidram ditempatkan, gambar berikut adalah dua aliran cabang setelah melalui pintu air
digambar diatas kelihatan dua orang yang sedang menguras rumah pompa hidram, sebagai ilustrasi ukuran dari konstruksi hidram ini seperti pada gambar dibawah ini;


Pompa hidram di tanam dibawah tanah, terendam oleh air limbah dari hidram, apabila hidram bekerja air akan menggenang seluruh  rumah pumpa hidram.
gambar dibawah ini posisi pompa hidram

PERMASALAHAN PENGOPERASIAN
Pertama  adalah air limbah pompa pada katub buang pompa atau waste valve tidak bisa dibuang secara langsung, yang terjadi  seluruh pompa hidram terendam dalam air sisa air buang, sampai memenuhi seluruh rumah pompa dan, air limbah ini dapat di alirkan setelah diberi lobang buang diatas aliran sungai irigasi. Pada saat terjadi kerusakan atau macet, maka para santri membawa diesel untuk menguras rumah pompa dari genangan air.
Kedua Sering Macet  karena beban air pada rumah pompa menjadi penghambat pompa dapat bekerja dengan normal, kinerja katub buang dan sniper valve, terganggu

SOLUSI
Air limbah pompa hidram harus dibuang keluar rumah pompa, sehingga pompa dapat bekerja secara normal, dengan cara mendesain ulang katub buang Waste valve, dan sniper valve
Desain Waste Valve                                                            

Gambar berikut ini adalah desain modifikasi pompa hidram dengan kondisi pemasangan loq head


Semoga bermanfaat



Thursday, June 6, 2013

TIPs Mengatasi Kemacetan Pada Pompa Hidram

Masalah Pompa Hidram
Keluar angin bukan Masuk angin dalam pompa hidram adalah berkurangnya udara yang berada pada tabung pompa. sehingga perbandingan antara jumlah air dan jumlah udara didalam tabung tidak berimbang, sehingga menyebabkan pompa berhenti tanpa sebab. dibeberapa lokasi pemasangan pompa hidram yang letaknya jauh dari lokasi penduduk, keadaan ini menjadi kendala yang sangat menyedihkan. bahkan ada dibeberapa lokasi yang keliatan (angker dan wingit) atau lokasinya ada makluk lain yang punya, penduduk pengguna pumpa merasa putus asa. sehingga pumpa hidram tidak terurus dan takut untuk memperbaikinya.

Tanda-tanda keluar angin pada Pompa Hidram
1. Adanya kemacetan berkala, contoh nya ; setiap 2 jam pengoperasian,  setiap hari, setiap 2 hari atau sifatnya bisa diprediksi macetnya; contohnya kalau hentakannya sudah sangat keras, kemudian macet.
2. Setelah Waste Valve (lobang buang) di tekan lama, 5 menit, dan air keluar dengan deras, pompa berjalan normal, layaknya tidak ada masalah.
3. Namun setelah nomor 2 dilaksanakan dan beberapa saat atau hari kemudian, kejadian pada nomor 1 terjadi lagi, berulang, dan berulang,

Cara mengatasinya
1. Pastikan air selalau bersih dari kotoran sendimen (tanah), kerikil dan sampah
2. Periksa sniper valve, yaitu sebuah valve (katub) yang berada  bodi pompa, perhatikan gambar dibawah ini


Posisi sniper valve berada dibawah plange/ sambungan ke tabung berjarak. dari sambungan ke tabung.  fungsi dari sniper valve adalah menstabilkan suplay udara dan air pada tabung, sehingga perbandingan antara udara dan air selalu terjaga.

Konstruksi Sniper Valve

Gambar desain sniper valve

Posisi kerja adalah posisi buka tutup pada lobang buang, yang kita lobangkan pada penghubung ke tabung. menentukan posisi lobang buang;
contoh posisi sniper : diletakkan 4 cm sambungan
           diameter sniper valve(4 cm)
           maka posisikan lobang pembuangan 3,5 cm. dari poros posisi sniper valve.
           diameter lobang = 2 mm

Apabila belum jelas, silakan kirim email ke amintrenggalek@gmail.com atau kontak langsung via phone 081335981650, terima kasih Semoga bermanfaat












Wednesday, November 14, 2012

Langkah 2 Aplikasi Pompa Hidram

Pompa Hidram adalah Pompa yang berfungsi menaikkan air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan tekanan air itu sendiri, efisiensi pompa air ini tergantung dari desain dan model pompa hidram yang digunakan. pompa hidram yang standar dapat menghantarkan air secara maksimal mencapai efisiensi 60%, sedangkan 40% dari jumlah debit digunakan untuk bahan penggerak pompa tersebut. berikut ini ada beberapa cara sederhana dalam aplikasi pompa hidram;

Pengukuran debit air sumber
Pengukuran ini dilakukan sebaiknya pada masa kemarau atau tidak pada musim penghujan. dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat tentang sumber air, berikut ini cara yang mudah untuk mengukur sumber air.

Persiapkan teko/ceret/ atau wadah air yang transparan contoh adalah seperti pada gambar berikut; selanjutnya carilah teko blender buah, yang disana ada ukuran liternya  biasanya tertulis 250, 500, 750, 1000 cara membacanya bahwa 1000=1liter, artinya kalau terisi sampai denga rata angka 1000 berarti =1liter. 

untuk mengukur debit air
Teko /Wadah Air
Isilah teko blender tersebut sampai menuju angka 1000 dan tuangkan kedalam teko atau wadah seperti pada gambar diatas.currrrrrrrrrrrr. sampai habis. kemudian anda letakkan pada meja yang rata, ambil sepedol, dan coret batas atas air tersebut..maka kita sudah menemukan tanda 1 liter air. selanjutnya anda buat ukuran 2 liter, 3 liter, 4 liter dst. tergantung teko anda. tinggal ditambah dan ditambah..seperti cara tadi.

Persiapan Tempat Pompa
Pompa hidram dapat bekerja apabila ada tekanan air yang dihasilkan dari Pipa peluncur, sehingga kita perlu mencari tempat dimana air dapat kita luncurkan dan menghasilkan tenaga. terkadang tempat pompa berjauhan dengan sumber air, dengan mempertimbangkan Tinggi luncuran dan keamanan pompa, dari banjir dan lumpur.

Pengukuran Beda Tinggi Pipa Peluncur (drive pipe)
Pengukuran tinggi rendah suatu lokasi anda memerlukan peralatan yang sangat penting, yaitu tongkat. dan waterpas,  cara penggunaan alat tersebut sebagai berikut;

Pengukuran Tinggi Lokasi Hasil (Delivery Head)
Lakukan hal yang sama untuk mengukur seberapa tinggi air yang akan kita hantarkan, dimana lokasi bak penampung hasil diletakkan  tergantung dari beda tinggi pipa peluncur, dan jenis pompa yang dipakai. pengukuran dilakukan dari lokasi dimana pompa hidram diletakkan

Pengukuran Kebutuhan Air
Berapa air yang dibutuhkan ditempat lokasi hasil dengan cara sederhana = kebutuhan harian x jumlah penduduk per kepala keluarga.  dari hasil pengukuran ini untuk menentukan model pompa dan drive head.




Saturday, July 14, 2012

Permasalahan Pengoperasin Pompa Hidram

Beberapa permasalahan yang terjadi pada pengoperasian pompa hidram antara lain ;
1. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi tidak ada muncratan air, katub rapat.
2. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi ada muncratan air, katub bocor
3. Katub buang (waste valve) berhenti dibawah terlalu berat beban bandul
4. Tekanan kurang kuat; tidak bisa menghantrkan air pada tempatnya
5. Debit air kurang besar, tidak sesuai hitungan
6. Ketukan jarang-jarang
7. Ketukan ritme cepat
8. Katub buang tidak awet
9. Debit air tidak cukup.


Dari permasalahan diatas mari kita bahas satu persatu, dari berbagai faktor, terutama pada sisi design, pemilihan bahan dan komposisi setelan.


1. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi tidak ada muncratan air, katub rapat
Permasalahan ini disebabkan 
a. Beban bandul / pemberat pada katub buang kurang berat, maka perlu penambahan bandul; supaya beratnya tepat, maka penambahan pemberat dilakukan pada saat pengoperasian atau pada saat pompa bekerja.
b. Kurang Center ; konsruksi dari katub buang harus tegak lurus dan stabil, tegal lurus artinya pada saat proses pengelasan harus betul betul  90 derat pas.  dengan posisi gerak naik turun press tapi longgar
c. Katub buang berbaha  besi dengan besi, dalam beberapa model produksi kami  ada yang diberi karet, namun hal tersebut kurang efisien, yang paling efisien dan stabil adalah besi  dengan besi, dengan kondisi di tirus, sehingga rapat dan pas tengah.

2. Katub buang (waste valve) berhenti di atas  macet di atas, dengan kondisi ada muncratan air, katub bocor