Wednesday, April 25, 2018

Kinerja Pompa Air Tenaga Angin

Untuk mengoperasikan pompa air tenaga angin, yang pertama adalah meluruskan pengarah angin.

Pengarah Angin Dalam Posisi Lurus

Setelah diluruskan maka sistem akan mencari arah angin dimana berhembus, dan secara otomatis sistem akan berputar dan menggerakkan pompa air,berikut videonya pada spesifikasi pompa 2" maka hasilnya adalah sebagai berikut;


Hasil Pompa Ukuran 2 " 20 + Liter permenit


Kemudian dalam perkembangnya kami memodifikasi Pompa dengan beberapa inovasi, dengan harapan dapat meningkatkan hasil debit airnya, berikut videonya





Dalam video terakhir pengembangan unit pompa diperoleh hasil 40 liter permenit, sebenarnya masih dapat ditingkatkan hasil pompa, karena tenaga pompa masih besar. pada pembangunan yang akan datang akan dikembangkan lebih baik.












Thursday, February 22, 2018

Instalasi Pompa Air Tenaga Angin Terbesar Di Indonesia

Pompa air Tenaga Angin dengan ukuran diameter Kipas 6 Meter, memerlukan perlakuan khusus dalam Instalasinya. Kami rekomendasikan menggunakan peralatan Crane dengan kapasitas minimal 9 Ton. dengan ketinggian stang minimal sampai dengan 12 meter. Sebelumnya perlu kita pastikan pondasi sudah keras dan sumur tersedia dengan baik.



Persiapan Pondasi dan Sumur

Pondasi memiliki peran utama dalam bangunan kontruksi penyangga perlu desain dan perlakuan khusus dalam mengerjakan. tujuanya adalah beban dari kincir yang dapat berputar secara horizontal 360 derajat dapat di tahan dengan stabil.


Pemasangan Penyangga

Penyangga pompa air tenaga angin tidak sama dengan penyangga BTS GSM pada umumnya, karakteristik utamanya adalah kuat menahan beban dari arah horisontal, searah mata angin. 


Pemasangan Kipas


Sistem Selesai dipasang

Setelah komponen atas terpasang, selanjutnya adalah instalasi sistem pompa, yang terdiri dari As dari kincir, Katub Pompa dan Casing


Pemasangan Sistem Pompa


Setelah dirasa cukup maka uji layak kerja diperlukan untuk melihat hasil. yang perlu diperhatikan adalah perputaran kipas, jarak dengan tower dan karakteristik arah gerak angin

Bersambung


Desain Dan Instalasi Pompa Air Tenaga Angin
Alhytech Engineering
RT. 02/01 Sukorame Gandusari Trenggalek
Telp. 0355 878454   HP. 081335981650
amintrenggalek@gmail.com








Sunday, January 21, 2018

Penentu Debit Tinggi Pada Pompa Air Tenaga Angin

Dalam beberapa kegiatan pembangunan pompa air tenaga angin, kami merangkum bahwa untuk mendapat hasil yang memuaskan atau sederhananya  memperoleh debit air yang di angkat tinggi, memerlukan beberapa faktor pendukung utama yang satu sama lain saling terkoneksi. Faktor yang akan menjadi titik penentu adalah:
1. Diameter Kipas / Blade, faktor ini memegang peran 60%, karena ia menentukan tenaga yang dihasilkan, tenaga ini yang akan menggerakkan gearbox dan sistem pompa
2. Diameter Valve / katub pada sistem pompa. ia memegang peran 30%, gesek yang ringan, sistem pegas valve dan kecepatan gerakkan naik turun valve merupakan komponen yang terintegrasi
Berlanjut

Saturday, October 14, 2017

Metode Aplikasi Pompa Air Tenaga Angin (PATA)

Ada beberapa metode atau tahapan cara aplikasi PATA (Pompa Air Tenaga Angin)
diantaranya adalah seperti yang kami sampaikan ini


Bagaimana mengukur kecepatan angin tanpa anemometer ?  Kecepatan angin dapat diukur menggunakan skala Boufort berikut ini

 Atau dengan gambaran skala boufort berikut

semoga bermanfaat. kami selalu mendampingin ide cerdas anda


Bengkel Rekayasa Teknik
Alhytech Engineering
Sukorame Gandusar Trenggalek
Telp. 081335981650
         XL. 087852487456
amintrenggalek@gmail.com
www.alhytech.blogspot.co.id

Saturday, October 7, 2017

PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro)

PLTMH adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air. Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator.Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik. Di samping faktor geografis (tata letak sungai), tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air sehingga permukaan air menjadi tinggi. Air dialirkan melalui sebuah pipa pesat kedalam rumah pembangkit yang pada umumnya dibagun di bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin atau kincir air mikrohidro. Energi mekanik yang berasal dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik 400 watt. Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro dibandingkan dengan PLTA skala besar, berimplikasi pada relatif sederhananya peralatan serta kecilnya areal yang diperlukan guna instalasi dan pengoperasian mikrohidro.

Study Lapangan  Membangun PLTMH
Study lapangan dengan mengukur beberapa kebutuhan data diantaranya debit air dan potensi terjunan. dua data ini sangat menentukan seberapa besar potensi listrik yang dapat di bangkitkan.


Sungai Potensial PLTMH




Skema PLTMH

Pemilihan Jenis Turbin
Ada beberapa jenis turbin, diantaranya crossflow dan Straflow, pemilihan jenis turbin ini  menyesuaikan dengan potensi dan terjunan yang ada. 
Turbin Cross-Flow adalah salah satu turbin air dari jenis turbin aksi  (impulse turbine). Prinsip kerja turbin ini lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang sama.
Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih kecil dan lebih kompak dibanding kincir air. Diameter kincir air yakni roda jalan atau runnernya biasanya 2 meter ke atas, tetapi diameter Turbin Cross-Flow dapat dibuat hanya 20 cm saja sehingga bahan-bahan yang dibutuhkan jauh lebih sedikit, itulah sebabnya bisa lebih murah.
Demikian juga daya guna atau effisiensi rata-rata turbin ini lebih tinggi dari pada daya guna kincir air. Hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh pabrik turbin Ossberger Jerman Barat yang menyimpulkan bahwa daya guna kincir air dari jenis yang paling unggul sekalipun hanya mencapai 70 % sedang effisiensi turbin Cross-Flow  mencapai 82 % ( Haimerl, L.A., 1960 ).
Tingginya effisiensi Turbin Cross-Flow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin ini dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air mulai masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudu-sudu  saat air akan meninggalkan runner. Adanya kerja air yang bertingkat ini ternyata memberikan keuntungan dalam hal effektifitasnya yang tinggi dan kesederhanaan pada sistim pengeluaran air dari runer. Pada beberapa study lapangan jenis turbin ini dapat dibangun oleh workshop lokal dengan harga yang murah. 



Model Crossflow

Turbin Kaplan (Propeler)
Ciri-ciri turbin Propeller menurut boyle (1996:204-205) adalah :
1.     Memerlukan debit air yang sangat besar
2.     Ketinggian muka air hanya beberapa meter
3.     Kecara teknis bentiknya lebih sederhana tapi membutuhkan perubahan kekuatan  
        yang sangat besar untuk merubah sudut blade.
4.     Model sudut dengan blade membelit dengan bagian pusat.
             Prinsip kerjanya yaitu dimana sebuah turbin Kaplan berlari secara penuh dibawah 
             permukaan air sehingga tekanan yang berbeda meleti sudu-sudu.sedangkan 
             model rumah turbin anonym(2002)pada poros vertical memerlukan rumah turbin 
             berbentuk spiral atau rumah keong.

Turbin Kaplan

Bersambung

Friday, October 6, 2017

Pompa Air Tenaga Angin Sumbu Vertikal

Sumbu vertikal banyak digunakan pada pembangkit listrik karena memiliki sifat torsi rendah dengan kecepatan tinggi, artinya tenaga yang dihasilkan kecil, namun memiliki kecepatan putar yang tinggi. generator low rpm (generator yang dapat menghasilkan listrik dengan putara rendah) sangat cocok menggunakan sistem kincir / blade dengan sumbu vertikal.

Dalam aplikasi pompa air tenaga angin, sumbu vertikal memerlukan spesifikasi pompa yang khusus. pompa yang cocok untuk sumbu vertikal adalah spiral pipe atau dapat kita sebut dengan pompa arcimides. pompa ini tidak memerlukan gesekan pada pekerjaan valve. ia bekerja berputar sesuai dengan kecepatan angin, dan mengangkat air sampai tempatnya.


Desain Vertikal Axis (sumbu tegak)



Total head atau daya dorong sistem pompa arcimides tergantung besar kecilnya penghantar, dimana semakin kecil diameter maka semakin tinggi, semakin besar diameter semakin rendah.
Aplikasi sistem pompa ini dapat di telaga, sungai dan mata air. untuk sumur memerlukan diameter pengeboran yang lebih besar dibanding dengan sumbu horizontal

Alhytech Engineering
www.alhytech.blogspot.co.id
081335981650

Pompa Air Tenaga Angin untuk Air Permukaan

Desain pompa air tenaga angin untuk air owmukaan cocok untuk di aplikasi pada telaga,  sirkulasi air kolam dan sumber air datar. Kecepatan angin yang dibutuhkan minimal 2/ms atau  15km / jam. Beban pompa semakin ringan karena sistem pompa diletakkan didekat sumber air,  sehingga ada efisiensi ketika gearbox bergerak.