Sunday, June 14, 2015

Uji Coba Pompa Hidram

Untuk mengetahui kinerja pompa hidram sebelum dilakukan instalasi, sangat perlu kita melakukan  uji kelayakan kerja. untuk rekan rekan peminat pompa hidram dapat melihat ling video berikut; https://youtu.be/qziN_qKqTa4

Dalam uji coba ini terjunan 3 meter. dengan panjang pipa peluncur 12 meter. head 11 meter, memiliki debit air 20 liter / menit. semoga bermanfaat. 

Bengkel Rekayasa Teknik dan Energi Terbarukan
ALHYTECH ENGINEERING
Sukorame Gandusari Trenggalek
Telp. (0355)878454
Hanphone : 081335981650
WA.087852487456

Tuesday, April 14, 2015

Sistem Manajemen Pengairan Dengan Pompa Hidram

Pembangunan pompa hidram sebaiknya di sertakan pula didalamnya rencana pengelolaan sistem baik jangka menengah dan panjang. Pengelolaan dalam penyaluran air, perawatan dan perbaikan. Kelancaran pompa hidram selain sistem teknis pompa, juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Sistem pompa yang baik didukung dengan pengelolaan yang telaten dan sabar, akan berdampak positif, baik kepada sistem pompa, pengguna, dan alam sekitar. 
Gambar Distribusi Pompa Hidram

Distribusi air kepada pengguna, perlu sebuah sistem yang adil dan merata. setiap rumah dipasang meteran untuk mengukur penggunaan dan  pengaman kebocoran. Pada Tandon hasil dengan sistem prioritas, dengan pemasangan leveling saluran distribusi. Sebagai contoh; apabila prioritas utama adalah untuk air warga, maka pipa input  saluran ke warga di posisikan lebih rendah permukaanya dibanding dengan saluran instan dan saluran ke lahan pertanian. Pada bak tandon utama tidak memerlukan stop otomatis atau pembatas hidram untuk memompa, yang diperlukan adalah sistem penyaluran yang lebih luas artinya apabila hasil pompa besar perlu ada tandon sekunder lebih banyak...bersambung

Monday, February 9, 2015

Adu Pompa Hidram

Pompa hidram memiliki beberapa desain, hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja, keawetan peralatan, dan kemudahan perbaikan. Pompa hidram dengan diameter  besar membutuhkan potensi sumber  air yang besar begitu pula sebaliknya. Pompa hidram diamater yang masuk kategori besar sebagai contoh 6 " dengan OD (out diamater) atau diamater luar 17 cm, membutuhkan sumber air dengan kebutuhan minimal 4 galon/menit. Head yang dicapai tergantung banyak faktor yang mempengaruhi; debit, terjunan air sumber, efisiensi pompa, pipa pembawa hasil, panjang pipa hasil, ukuran pipa penghantar, dan ketinggian bak hasil. Faktor  lain yang berpengaruh adalah penggunaan keni, kualitas pipa, dan kerapatan pemasangan pipa penghantar. Keberhasilan instalasi dan pengoperasian juga ada sifat ketergantungan dengan faktor alam; kedisiplinan operator, kualitas air dan kesadaran warga penduduk sekitar hulu sampai hilir sumber air akan pentingnya menjaga kelestarian alam. 



Crew Alhytech Menginstal Ulang Pompa Hidram 


Adu Pompa Di mulai

Pompa Hidram dengan  OD 40 cm, Head 50 m..9liter/menit

Pompa Hidram  Alhytech, 
Konfigurasi DU=2.5 cm  ==> 50 psi (setelan menengah)

Pompa Alhytech dengan OD=17 cm, head 50...15liter/menit

DU = down and up adalah istilah kami (alhytech) untuk menyatakan gerakan naik turun katub buang, desain yang kami aplikasikan; DU dapat menyesuaikan antara kebutuhan dan potensi air yang tersedia. 

Instalasi Pompa Hidram Oleh Crew Alhytech Engineering
RT. 02 RW. 01 Desa Sukorame Kecamatan Gandusari Trenggalek
Telp. 0355-878454    Handphone. 081335981650
email; amintrenggalek@gmail.com

Lokasi Desa Supiturang Lumajang Jawa Timur, 


Thursday, January 22, 2015

Pompa Hidram Terjunan Rendah

Bagaimana kita menggunakan potensi air yang ada di sekitar ?  Bagaimana cara kita  mengangkat air dari tempat mata air ke  lokasi penampung utama tanpa menggunakan listrik dan BBM, jawabanya adalah dengan pompa hidram. Pompa hidram mempunyai sistem kerja  sederhana, mudah dan murah dalam perawatan. Namun begitu kinerja pompa hidram memiliki beberapa syarat yang wajib ada, atau direkayasa supaya ada. Harapanya supaya pompa hidram  bisa bekerja dengan normal, tidak macet, tabung tidak pecah, debit air sumber lancar, dan hasilnya memenuhi kebutuhan. Persiapan yang harus dilakukan sebelum membangun pompa hidram antara lain
1. Sumber air
2. Terjunan air / beda tinggi antara posisi sumber dan posisi pompa
3. Desain Pipa peluncur
4. Pompa hidram
5. Pipa hasil  Pompa
6. Bak Hasil
7. Distribusi
Minimal ke tujuh item tersebut di rencanakan dengan lembaga, atau  personal yang berpengalaman dalam menentukan  layak atau tidak layak pompa hidram diaplikasikan. dibawah ini adalah gambar pompa Hidram dengan terjunan rendah  (- 3m ) /dibawah 3 meter.

Gambar Pompa Hidram low head bekerja normal


Pipa saluran lurus


Bebap katub buang bisa ditambah dan dikurang

Bagaimana Bila terjunan / posisi sumber air dan pompa hidram sangat rendah..?  apakah masih bisa pompa hidram diaplikasikan..? jawabanya masih bisa di aplikasikan pompa hidram dengan merekayasa pipa peluncur, desain pompa khusus, serta desain bak input. sehingga hasilnya bisa maksimal




Dengan head capaian 37 meter. menghasilkan debit 9 liter permenit.
Berlanjut, Semoga bermanfaat

Malang Januari 2015
Alhytech Engineering, Sukorame, Gandusari Trenggalek Telp 0355-878454
Hanphone ; 081335981650

Monday, June 2, 2014

Pompa Air Apa yang Cocok Untuk saya....

Pompa hidram dalam aplikasinya membutuhkan persyaratan yang harus /wajib ada, dan perlakuan khusus dalam pembangunanya, sehingga investasi dan hasil yang didapat berimbang, hasil rangkum lanpangan kami tulis sebagai berikut; 
1. Ada sumber air dengan debit air minimal 20 lt/m
2. Ada beda tinggi antara sumber air dan calon tempat pompa, minimal 1 meter
3. Tempat pompa aman dari banjir dan tanah longsor
4. Beda tinggi dimana tandon hasil ditempatkan sebanding dengan potensi nomor 1 dan 2
5. Menggunakan bahan pompa hidram yang tebal dan kuat serta tahan air, SNI
6. Peralatan pendukung seperti bendungan ,pintu air,dan bak penanang perlu desain yang baik
7. Pipa penghantar hasil kelas pvc  AWdengan ukuran berimbang
8. Setiap pipa perlu klem dan pengamanan yang permanen dan kuat
Gambar : Pumpa Hidram Saat Kerja

video
Contoh Hasil Pompa Hidram
Total Head 40 meter

Kincir Air dalam aplikasinya digunakan untuk  kebutuhan air dengan debit yang besar, sebagai contoh untuk menaikkan air guna pengairan sawah. Lokasi capaian (total head) yang ideal antara 1 - 7 meter. Peralatan ini bekerja baik untuk menaikkan air dengan jarak 3-5 meter, dengan dukungan;
1. Aliran air sungai, kalen, bersifat terus menerus
2. Kecepatan aliran minimal 30 l/detik
3. Ada pintu air untuk mengatur kecepatan debit air
4. Suspensi kincir yang berfungsi  menjaga posisi permukaan kincir  dan posisi penangkap airnya stabil
5. Bahan kincir kuat dan tahan air untuk menjaga lingkaran tidak berubah dengan beban berat

Gambar : Kincir Air Sedang  Bekerja

Pumpa Air Tenaga Angin Teknologi yang satu ini perlu studi lapangan yang agak lama untuk aplikasinya, karena energi utamanya adalah angin yang setiap musim berubah arahnya dan kecepatanya. Desain gearbox, mesin pemindah gerakan, bentuk kipas, sudut kipas, dan juga pumpa serta bahan material mesin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pompa secara keseluruhan, sebagai contoh untuk aplikasi diarea yang berjarak 0 - 10 km dari air bibir pantai, perlu bahan yang tahan terhadap unsur garam, kayu berjenis kalimantan, ulin, bakau sebenarnya lebih kuat daripada besi atau seng, karena bahan kincir harus tipis, ringan dan kuat. saling keterkaitan antara alat, energi angin dan hasil yang akan diperoleh, sebelum aplikasi Pumpa air tenaga angin kita perlu melakukan kegiatan;
1. Surve kecepatan angin (perlu alat anemometer)
2. Menentukan titik pompa (berkaitan juga dengan sumur dan calon lahan yang membutuhkan)
3. Pemilihan bahan yang ringan dan kuat
4. Pemilihan jenis Pumpa single atau Double
5. Desain penyangga dan mesin yang mudah dipindah, apabila ada perubahan iklim yang ektrem

Untuk melakukan Survey  membutuhkan peralatan yang berfungsi mengukur kecepatan angin (anemometer) yang harganya agak mahal,  untuk perkiraan potensi angin yang kita miliki sesuaikan dengan kondisi sekitar dengan memperhatikan pohon pisang, atau tumbuhan lainya yang mirip dengan gambar

Kecepatan angin yang dipergunakan untuk pompa air tenaga angin sebaiknya mendekati angka 11-13 mph atau index nomor III, semakin naik posisi index berarti potensi yang kita miliki semakin besar.

Komponen utama PATA (Pompa Air Tenaga Angin) yang diperlukan;

Gambar : Sistem Penyangga

Gambar Sistem Gearbox dan Pemindah Gerakan

Gambar Pumpa Air Tenaga Angin Siap

Pompa Air Tenaga Surya, potensial sekali diaplikasikan di Indonesia dengan potensi yang sangat berlimpah, pompa ini dapat diaplikasikan disemua lokasi dan kondisi alam. dengan persyaratan khusus yaitu dapat tersinari matahari. Desain yang kami kembangkan adalah pompa air tenaga surya tanpa batery/accu untuk memutar pompa airnya. dari pengalaman dilapangan dengan sistem ini pompa awet dan tahan lama, serta rendah perawatanya. pompa ini hanya bekerja pada siang hari dimana matahari bersinar dengan intensitas tertentu dan posisi tertentu; beberapa hal yang perlu di hitung sebelum aplikasi pompa ini adalah;

Yang pertama adalah Posisi /angle panel surya, dimana setiap daerah mempunyai keunikan posisi pasang cell surya sehingga mendapat sinaran yang sesuai dengan kebutuhan, beberapa model terbaru kami kembangkan sensor yang dapat mengikuti posisi matahari dengan otomatis.

Kapasitas kebutuhan listrik adalah kebutuhan untuk menggerakkan motor dan gearbox ditambah dengan beban kompailer pada saat memompa air kepermukaan. semakin besar motor listriknya maka semakin besar kebutuhan cell surya.

Controler adalah rangkaian elektronik yang berfungsi mengadapter antara potensi cell surya dengan kebutuhan motor penggerak pompa. adapter ini bekerja secara otomatis menjaga stabiliser tegangan, dan aphere, menyimpan sementara, dan mengubah tegangan.




Saturday, January 4, 2014

Pumpa Air Tenaga Angin

Pumpa air tenaga angin adalah sebuah sistem gerak, yang memindahkan air dari tempat yang rendah menuju tempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan energi angin. Secara umum tata laksana kerja pompa ini di gerakkan oleh Penyangga, Kipas, Mesin, dan Pumpa, Keempat peralatan ini bekerja secara harmoni atau selaras antara satu peralatan dengan lainya. 

Penyangga; berfungsi menempatkan mesin dan kipas pada ketinggian tertentu, biasa orang menyebutnya dengan  "tower", secara sederhana tower difungsikan untuk mencapai lokasi Fresnel Zone atau daerah yang bebas dari hambatan/ penghalang sehingga angin dapat mengenai kipas secara maksimal, tower ditentukan oleh letak dimana pompa diaplikasikan, sebagai contoh apabila kita; dipersawahan yang sebelah timur dan barat, atau selatan dan utara tidak ada tanaman tinggi, dan sesuatu yang menghalangi angin berhembus ke titik pumpa, maka kita tidak memerlukan penyangga yang tinggi. Penentuan tinggi rendah penyangga ditentukan oleh faktor ; arah angin, kecepatan angin, dan lokasi.  maka sebelum aplikasi perlu adanya study kelayakan, bisa atau tidak diaplikasikan
Model Tower ada dua yaitu sistem bongkar pasang (breakdown) dan sistem tetap (permanent), keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam instalasi dan menyesuaikan letak juga posisi.


Kipas (Blade) difungsikan sebagai penangkap energi angin, dengan kecepatan tertentu, sifat unik dari model kipas ini adalah tergantung antara banyak atau sedikitnya daun kipas, juga sudut naik turunya daun. Model dengan daun kipas berjumlah banyak mempunyai ciri berputar lambat tapi mempunyai tenaga yang besar. Daun kipas sedikit mempunyai ciri putaran tinggi namun tenaganya sedikit. Begitu juga Sudut naik turunya daun kipas menentukan seberapa sensitifnya / cepat reaksi terhadap adanya angin, ada kipas yang membutuhkan kecepatan angin tertentu untuk bergerak,
Jumlah daun kipas mempunyai jumlah minimal 3 dan kelipatanya. juga formasi Y   dalam model daun kipasnya.

Contoh Gambar Kipas






Mesin pumpa air tenaga angin, berfungsi mengubah gerakan kipas yang berputar searah jarum jam menjadi gerakan vertikal, mesin ini terdiri dari as, gerigi kecil dan gerigi besar, gerigi ini mempunyai perbandingan, misalnya 1 banding 3, berarti tiga  putaran kipas, menggerakkan 1 putaran gerigi besar. semakin banyak banding putaran kipas, semakin ringan mengangkat beban dan semakin sedikit angin yang dibutuhkan

Pengarah Angin berfungsi untuk menentukan dimana angin berhembus, disitu kipas mengarah dan menangkap energi angin itu, sehingga pompa bisa berputar siang malam dan darimana pun arah angin berhembus





Pumpa berfungsi membuka dan menutup katub, sehingga pada saat tertentu air dapat masuk dan bersamaan itu juga ada bagian air yang terhambat. Prinsip kerja dari pompa ini sangat sederhana seperti halnya sumur bor dan pompa ungkit (merek dragon) dijaman dulu, sekarangpun masih ada. yang membedakan adalah pompa dragon digerakkan dengan mengungkit handel dengan tangan, sedangkan Windpump, katub-katubnya ditarik dan ditekan oleh as yang dihubungkan langsung dengan mesin pengubah arah putaran



Pompa Air Windpump
Pompa Windpum terkait dengan banyak faktor untuk dapat bekerja maksimal, antara lain ; faktor kecepatan gerak naik turun katub, diameter (bodi) pompa, kerapatan gesekan ring dengan body pompa, elastise katub bawah (foot valve) dan elastise katu tengah. Semakin cepat gerak naik turun katub, Maka semakin sering katub terbuka dan tertutup,  semakin sering pula gesekan terjadi, dan begitupula elastise kedua katub menentukan besar kecil tenaga yang dibutuhkan,.. mohon rekan bloger membantu kami menentukan rumus yang pas...ditunggu,  sebagai referensi pumpa air tenaga angin yang pas adalah sebagai berikut;



Melihat, model katub pompa menggunakan bola, yang terisi udara, mempunyai rumah bola (presisi tinggi) dan bola tersebut ringan dan berkulit elastis, dia dapat menutup rumah bola dengan rapat dan pas. Di katub tengah selain bola terdapat cincin karet yang elastise menutub lobang lingkar bodi pompa, ringan, licin dan tidak membutuhkan tenaga besar untuk menggerakkannya,..kami terus mengembangkan, mohon doa dan dukunganya.








Wednesday, October 9, 2013

CARA APLIKASI POMPA HIDRAM

Langkah 1  
Menghitung Estimasi hasil air berdasarkan potensi yang kita miliki
Sebelum kita memilih pompa jenis apa, ukuran berapa, dan hasilnya berapa, perlu kita mengetahui dahulu beberapa hal yang sangat penting antara lain ;
1. Berapa potensi sumber air yang kita punyai, hitung dengan satuan L/menit (Q)
2. Berapakah beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
3. Beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi hasil/hasil ditempatkan (Lift) (vertikalnya)
4. Kebutuhan air, contoh ada 40 KK dengan kebutuhan per KK 50 Liter/hari (Quantity)
6. Jarak pipa distibus, dari pompa ke tempat tampungan hasil..? (delivery pipe)
7. Jarak pipa peluncur dari sumber air menuju pompa (Drive pipe)

Kemudian di hitung dengan rumus sederhana :
D=(S x F x E)/L 

Dimana ;
D = hasil air yang dihantarkan dalam satuan liter/menit
S =  Quantity (Q) jumlah air sumber yang dipunyai dalam satuan liter / menit
F = beda tinggi antara lokasi pompa dan lokasi sumber (Vertical Fall)
E = Efisiensi pompa hidram (tergantung Desain dan model) antara 0.33   - 0.66
L=  Jarak vertikal antara pompa dan bak tampungan hasil

Sumber referensi : Technical Note No. RWS.4.D.5 

Langkah 2 
Setelah data tersebut kita dapatkan, selanjutnya kita menentukan model, desain sistem, dari pompa hidram. 
1. Desain Bendungan/ bendung
2. Desain peluncur dan ukurannya
3. Desain pengaman pompa
4. Lajur, tempat distribusi terdekat, lurus, tidak ada belokan.
5. Desain tampungan
6. Jalur distibusi ke warga/kebutuhan 
7. Anggaran biaya dan sebagainya

Langkah 3

Menentukan ukuran model pompa hidram yang cocok dengan kondisi sumber air yang ada
Tabel.  Estimasi Pipa Peluncur  dgn
Ukuran hidram yang Cocok
Ukuran Body Hidram (inci)
1
2
3
3.5
4
5
6
Diameter pipa luncur (mm)
32
38
51
63.5
76
101
127

Untuk menentukan pipa peluncur ditentukan debit air yang kita miliki, sebagai contoh bila  debit sumber  10/lt , tidak mungkin kita memilih pipa peluncur 6 ", karena pipa akan lama terisi air dan bersama udara, dan kondisi seperti ini tidak cocok, 

Langkah 4
Desain / Gambar sederhana tempat bendungan, bak penenang, pipa luncur dan tempat kaki pompa hidram serta calon bak penanmpung
contoh gambar sederhana bak penanang, forebay




Contoh desain untuk kaki pompa 2 hidram (Pandangan Atas)

Langkah 5
Bersambung